Wisata Tembok Besar China Yang Megah

Tembok Besar China merupakan satu-taunya landmark negara China yang paling populer ke seluruh dunia. Bahkan anak-anak setingkat sekolah dasar sudah mengenal bahwa tembok besar ini berada di negara China. Tembok Besar China atau sekarang sering disebut dengan Tembok Besar Tiongkok memiliki panjang sekitar 10.000 Li¹ atau sekitar 8.851 km dan merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia.

Tembok Besar China bentuknya tidak panjang terus menerus seperti yang sering dibayangkan oleh kebanyakan orang, akan tetapi merupakan kumpulan tembok-tembok pendek yang mengikuti bentuk pegunungan Tiongkok utara. Menurut catatan sejarah, tembok besar ini dibangun pada masa dinasti Ming.

Sejarah pembangunan tembok besar China sendiri merupakan salah satu bagian terpenting dalam sejarah arsitektur Tiongkok, yakni untuk membatasi wilayah-wilayah perkotaan dan perumahan. Berbagai teori mengapa tembok besar didirikan antara lain sebagai benteng pertahanan, batas kepemilikan lahan, penanda perbatasan dan jalur komunikasi untuk menyampaikan pesan. Pembangunan tembok besar ini dimulai pada musim semi dan musim gugur (722 SM-481 SM) dan zaman negara perang (453 SM- 221 SM) untuk menahan serangan musuh dan suku-suku dari utara Tiongkok.

Material yang digunakan untuk membuat tembok besar ini berbeda-beda sesuai periode dinasti. Sebelum batu bata ditemukan, tembok besar dibuat dari tanah, batu dan kayu. Karena pembangunannya selalu membutuhkan sumber daya yang banyak, para pekerja memanfaatkan bahan-bahan yang seadanya. Saat melewati gunung, batu gunung akan digunakan. Pada saat membangun di tanah datar, tembok dibuat dari tanah yang digemburkan dan jika melewati padang gurun, bahan yang digunakan adalah rerumputan campur pasir dan ranting-ranting pohon konifer.

Bagi wisatawan yang mengunjungi tembok besari ini, tidaklah mungkin jika ingin melakukan penyusuran hingga 8.851 km. Jikapun ada, pasti hanya segelintir orang yang mau melakukannya. Untuk tiket masuknya sendiri sebesar 40 yuan atau sekitar Rp 80 ribu. Kalau datang pada saat low season (November-Maret) harganya tiketnya lebih murah, yakni sebesar 35 yuan atau sekitar Rp 70 ribu. Tiket tersebut bisa didapatkan di loket yang berada di dekat gerbang masuk.

Leave a Reply