Herd Immunity Adalah Solusi Saat Pandemi Covid-19

Beberapa Rangkaian Tes COVID-19 yang Perlu Kamu Lakukan

Pandemi COVID-19 yang berlangsung di Indonesia sejak Maret 2020 benar-benar mengubah perilaku sehari-hari masyarakat. Salah satunya bagi pencinta jalan-jalan yang kini tak lagi bisa bepergian bebas ke mana saja karena berisiko tertular COVID-19 akibat bertemu banyak orang.

Belum lagi, pemerintah kini tengah menetapkan pembatasan secara ketat sebagai upaya menghindari penyebaran virus Corona. Salah satu pembatasan tersebut adalah kewajiban melakukan tes COVID-19 sebagai syarat ketika ingin melakukan aktivitas bepergian. Buat kamu yang ingin bepergian, ada tiga jenis tes yang dapat kamu jalani.  Simak berikut ini.

  1. Rapid Test

Jenis tes COVID-19 pertama yang perlu kamu lakukan adalah rapid test. Pengujian ini digunakan sebagai screening awal untuk mengetahui kondisi antibodi, khususnya antibodi IgM dan IgG. Kedua zat tersebut merupakan jenis antibodi yang diproduksi oleh tubuh sebagai upaya melawan virus Corona. Dikenal sebagai tes screening, maka mereka yang menjalani rapid test perlu melakukan pengujian lebih lanjut.

Kalau pengujian rapid test memperlihatkan hasil reaktif, tandanya hasil tersebut mengindikasikan bahwa orang tersebut pernah terpapar virus Corona. Hanya saja, pengujian menggunakan rapid test memiliki tingkat akurasi rendah. Alasannya karena produksi antibodi IgM dan IgG dalam tubuh perlu waktu lama, bahkan bisa mencapai mingguan.

Rendahnya akurasi hasil pengujian menggunakan metode rapid test juga dipengaruhi oleh tingkat kesehatan seseorang. Tak menutup kemungkinan, alat rapid test tidak hanya mendeteksi antibodi virus Corona, tetapi antibodi dari virus lain.

Cara pelaksanaan rapid test sangat mudah dan hasilnya bisa dilihat dalam waktu sekitar 10-15 menit. Pertama, kamu perlu mengambil sampel darah yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, sampel darah itu dicampurkan dengan cairan penguji. Hasil pengujian diperlihatkan dengan indikator berupa garis.

  1. Polymerase Chain Reaction (PCR)

Selanjutnya, kamu perlu menjalani tes COVID-19 yang dikenal dengan nama PCR atau swab test. Berbeda dengan rapid test, pengujian dengan metode PCR memerlukan waktu beberapa hari karena harus dilakukan diagnosis di laboratorium. Kamu pun bisa mendapatkan layanan PCR dan sekaligus rapid test melalui Traveloka Experience.

Material genetik berupa DNA dan RNA yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup, termasuk virus, menyimpan informasi unik. Dalam metode PCR, pengujian dilakukan dengan teknik amplifikasi atau perbanyakan material genetik. Dengan begitu, tenaga medis pun bisa mendapatkan hasil diagnosis penyakit COVID-19.

Seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19, masyarakat awam memang sudah sering mendengar tentang PCR. Metode ini pun disebut-sebut sebagai cara paling efektif diagnosis COVID-19. Namun, hal yang perlu diketahui, PCR bukan hanya digunakan sebagai tes diagnosis viru sCorona, tetapi juga untuk berbagai penyakit lain seperti, gonore, klamidia, human papillomavirus (HPV), HIV, cytomegalovirus, serta hepatitis C.

  1. Tes Cepat Molekuler (TCM)

Jenis tes terakhir adalah TCM, yang sebenarnya merupakan jenis pengujian untuk penyakit tuberculosis (TBC). Cara pelaksanaan pengujian menggunakan metode TCM memiliki tingkat akurasi lebih tinggi dibandingkan rapid test. Di waktu bersamaan, waktu yang diperlukan untuk mengetahui hasil diagnosis juga relatif singkat, sekitar dua jam.

Cara pengujian memakai teknik TCM dilakukan dengan menggunakan sampel dahak pasien. Pengujian ini memerlukan adanya cartridge khusus agar bisa mendeteksi virus Corona di dalam sampel. Diagnosis virus Corona melalui TCM dilakukan dengan metode amplifikasi asam nukleat.

Tak perlu bingung mencari klinik atau rumah sakit mana saja yang menyediakan layanan tersebut. Pasalnya, kini Traveloka Xperience menyediakan layanan tes COVID-19. Kamu bisa memilih mau melakukan tes COVID-19 dengan rapid test atau PCR di beberapa klinik dan rumah sakit terdekat dari tempat tinggalmu.

Leave a Reply